Ponorogo, 15 Juli 2025 – Bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Ponorogo dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya pada Selasa, 15 Juli 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., Sekretaris PTA Dr. Naffi, S.Ag., M.H., serta Rektor UIN Ponorogo Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag.. Turut hadir pula Ketua Pengadilan Agama Pacitan Bapak Mashudi, S.Ag., bersama jajaran pimpinan UIN seperti Wakil Rektor, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, para Dekan, dan dosen. MoU ini disaksikan oleh berbagai unsur pimpinan dari kedua lembaga, menandai komitmen bersama dalam memperkuat hubungan kelembagaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan agama.

Kerja sama yang dijalin mencakup berbagai bidang strategis dalam lingkup Tridarma Perguruan Tinggi. Beberapa poin utama meliputi kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia. Nota kesepahaman ini diharapkan dapat memperluas ruang kerja sama antara praktisi hukum dan akademisi dalam upaya peningkatan kualitas keilmuan dan keahlian di bidang hukum dan peradilan agama. Selain itu, penguatan kapasitas aparatur peradilan melalui kegiatan akademik juga menjadi salah satu fokus utama. Dengan semangat kolaboratif, kedua pihak menyambut baik terjalinnya kemitraan ini sebagai langkah positif membangun jejaring profesional yang produktif.

Dalam sambutannya, Ketua PTA Surabaya Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. menegaskan bahwa kerja sama ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan saling menguntungkan. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara pengadilan dan perguruan tinggi adalah bentuk kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kerja sama ini tidak hanya untuk mendukung aparatur peradilan yang menempuh pendidikan pascasarjana, tetapi juga membuka peluang bagi para hakim dan pegawai PA untuk berperan sebagai pengajar bila dibutuhkan. Menurutnya, pertukaran ilmu dan pengalaman antara praktisi dan akademisi akan memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak. Seusai kegiatan di kampus, rombongan PTA Surabaya melanjutkan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo.

Penandatanganan MoU ini menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam membangun sistem hukum yang berkualitas melalui dukungan akademik dan praktik lapangan. UIN Ponorogo dan PTA Surabaya sepakat untuk mengawal pelaksanaan kerja sama ini dengan langkah konkret dan terukur. Dalam jangka panjang, diharapkan akan tercipta ekosistem kolaborasi yang memberikan manfaat tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan hukum Islam dan modernisasi peradilan agama di Indonesia. Dengan terjalinnya kerja sama ini, harapan akan lahirnya generasi penerus yang unggul dalam keilmuan dan integritas pun semakin kuat.



