Pacitan – Suasana penuh khidmat dan antusias tampak di Ruang Media Center Pengadilan Agama Pacitan, ketika Ketua Pengadilan Agama Pacitan, Y.M. Jamaludin Muhamad, S.H.I., M.H., memberikan pembekalan dan materi khusus mengenai Manajemen Peradilan kepada mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Kegiatan yang berlangsung hari ini, Selasa (15/9/2026), di Ruang Media Center Pengadilan Agama Pacitan ini diikuti oleh 12 mahasiswa semester genap tahun akademik 2026/2027 yang tengah menjalani program bimbingan dan praktik lapangan.
Dalam sesi pembinaan tersebut, Y.M. Jamaludin Muhamad memaparkan materi komprehensif mengenai konsep dasar manajemen peradilan. Beliau menjelaskan Visi dan Misi, struktur organisasi dan tugas pokok Pengadilan Agama Pacitan sebagai Pengadilan Tingkat Pertama berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, yang meliputi kewenangan memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara bidang perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, wakaf, shadaqah, hingga ekonomi syariah.

Selain itu, materi pembinaan juga mengupas tuntas core bisnis peradilan yang terbagi menjadi bidang yudisial (kepaniteraan bersama para Panmud) dan bidang non-yudisial (kesekretariatan bersama para Kasubag), serta uraian tugas pimpinan, hakim, hingga pemanfaatan alur kerja, SOP, petunjuk teknis, dan program dukungan lainnya. Beliau menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai tata kelola lembaga peradilan bagi calon-calon sarjana hukum Islam.

Sesi bimbingan ini berlangsung interaktif. Para mahasiswa tampak antusias menyimak penjelasan terkait alur penyelesaian perkara, penerapan teknologi informasi di lingkungan peradilan agama (seperti e-Court dan e-Litigation), serta tantangan penegakan hukum ekonomi syariah di era modern. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat menjembatani teori yang didapat di bangku kuliah dengan realitas praktik di lapangan. Kunjungan dan bimbingan langsung dari unsur pimpinan Pengadilan Agama Pacitan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang hukum Islam.



